LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU PENYAKIT TUMBUHAN DASAR

POSTULAT KOCH

Disusun oleh :

Restu Gilang P.                                    A34080053

Maeniwati R.                                        A34080054

Mohammad Karami                              A34080055

Rizkika Latania A.                               A34080058

Dosen pengajar :

Dr.Ir. Tri Asmira D. M.Agr

Dr.Ir. Abdjad Asih N. M.Sc

DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN

FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2010


BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Postulat Koch merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan untuk membuktikan penyebab suatu penyakit. Metode yang diperkenalkan oleh Robert Koch(1884) ini memiliki empat syarat yang harus dipenuhi untuk dapat membuktikan suatu patogen apakah benar-benar dapat menimbulkan penyakit pada inangya atau tidak. Semua dari syarat tersebut harus terpenuhi untuk dapat menentukan hubungan keterkaitan antara patogen penyebab penyakitdan inangnya. Sejarahnya Robert Koch menerpakan metode ini untuk menentukan tuberkulosis dan etiologi antraks, namun sekarang telah diujikan pada berbagai jenis penyakit.

Syarat yang diperlukan suatu organisme agar dapat ditetapkan sebagai penyebab penyakit adalah sebagai berikut : Organisme (patogen) harus ditemukan dalam tanaman yang sakit, tidak pada yang sehat. Lalu organisme harus diisolasi dari tanaman sakit dan dibiakkan dalam kultur murni. Kemudian organisme yang dikulturkan harus menimbulkan penyakit pada tanaman yang sehat. Terakhir organisme tersebut harus diisolasi ulang dari tanaman yang dicobakan tersebut dan harus menghasilkan biakan murni yang sama dengan biakan pada isolasi pertama kali. Penerapan metode ini tidak bisa dilakukan patogen yang bersifat parasit obligat, karena patogen tidak dapat dimurnikan dalam media buatan.

Tujuan

Percobaan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktek Postulat koch dalam identifikasi penyebab penyakit tanaman, agar kelak mahasiswa dapat menerapkan di lapangan dan laboratorium.


BAB II

BAHAN DAN METODE

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan pada percobaan kali ini adalah tanaman sakit yang meliputi daun tanaman padi yang terserang penyakit kresek dan cabai yang terserang penyakit antraknosa. Tanaman padi dan buah cabai yang sehat juga digunakan sebagai bahan inokulasi. Bahan lain yang digunakan adalah berbagai macam jenis media tumbuh cendawan dan bakteri diantaranya NA, PDA dan YDCA, air steril, larutan klorox, dan larutan alkohol 70%. Sedangkan alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu cawan petri, gunting, jarum inokulasi, bunsen pisau, pinset, lemari steril, microwave, plastik, nampan,tissue, plastik silk.

Metode

Patogen yang diuji pada praktikum postulat koch yang telah dilakukan adalah Xanthomonas campestris pv. oryzae yang menyebabkan penyakit kresek pada tanaman padi dan Colletotrichum capsici yang menyebabkan penyakit antraknosa pada tanaman cabai.  Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah pertama dengan menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan kali ini. Kemudian mengencerkan agar PDA dan YDCA dengan microwave selama 10 menit dan memindahkan agar tesebut sebanyak 10 ml ke dalam cawan petri dengan teknik aseptik. Lalu agar dibiarkan hingga dingin dan mengeras. Bagian tanaman yang sakit yaitu daun tanaman padi yang menunjukkan gejala hawar daun sedangkan buah cabai dipotong pada bagian antara yang sakit dan yang sehat kemudian direndam di dalam larutan klorox selama 1 menit. Selanjutnya daun tanaman padi direndam di dalam air steril. Air steril tersebut dijadikan inokulum primer yang kemudian digoreskan ke media YDCA. Media hasil inokulasi ditutup dan disimpan lalu ditunggu 2 hari untuk melihat hasil inokulasi.

Dari hasil inokulasi dipilih koloni tunggal bakteri yang diidentifikasi merupakan bakteri Xanthomonas campestris pv. oryzae, lalu dipindahkan ke media YDCA yang baru untuk dimurnikan. Pemurnian bakteri ini dilakukan sebanyak dua kali. Hasil pemurnian bakteri terkhir diencerkan dengan menggunakan air steril dan diaduk dengan pengaduk kaca. Air hasil pengenceran bakteri tersebut diletakkan dalam gelas steril lalu gunting direndam selama 5 menit dan daun padi sehat tersebut digunting. Sedangkan hasil pemurnian cendawan terakhir diinokulasikan ke buah cabai yang masih sehat dengan bagian miselium cendawan diletakkan menempel dengan permukaan kulit cabai. Dan terakhir hasil inokulasi pada tanaman padi dan cabai tersebut diamati selama 1 minggu.


BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengamatan

Postulat Koch Pada Tanaman Padi

A.  Isolasi

Table 1.1 Hasil pengamatan isolasi bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae pada media YDCA

Ulangan ke Waktu tumbuh Keterangan
I 2 hari Bakteri yang tumbuh terkontaminasi karena tidak terlihat bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae yang tumbuh pada media YDCA. Koloni bakteri yang tumbuh seharusnya berwarna kuning, tetapi di media berwarna putih.

Gambar diambil oleh Maeniwati Rachmah


B. Peremajaan

Tabel 2.1  Hasil pengamatan Peremajaan bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae pada media YDCA

Ulangan ke Waktu tumbuh Keterangan
1 dan 2 2-7 hari Peremajaan pada ulangan ke-2, bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae telah berhasil  dimurnikan sehingga siap untuk diinokulasi ke tanaman padi yang sehat untuk dijadikan inokulum primer

Gambar diambil oleh Maeniwati Rachmah


C.  Inokulasi

Tabel 3.1 Hasil pengamatan inokulasi bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae pada tanaman padi yang sehat

Ulangan ke Waktu timbul gejala Keterangan
1 Inokulum primer bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae diencerkan dan siap diinokulasikan ke tanaman padi yang sehat.

Gambar diambil oleh Maeniwati Rachmah

Tanaman padi sehat  yang siap diinokulasi dengan inokulum primer bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae

Gambar diambil oleh Maeniwati Rachmah

G

Gambar diambil oleh Aris Rama

Daun tanaman padi dipotong untuk membuat luka sebagai awal masuknya bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae

Gambar diambil oleh Maeniwati Rachmah

2-7 hari Setelah 7 hari, gejala muncul  berupa hawar pada bagian ujung tanaman padi.

Gambar diambil oleh Maeniwati Rachmah


Postulat Koch pada Cabai (Colletotrichum capsici)

Colletotrichum capsici pada tanaman cabai

(a)                                                                      (b)

Gambar foto oleh Maeniwati Rachmah

Keterangan : (a) Hasil setelah 1 minggu

(b)   Hasil setelah 2 minggu

3.2 Pembahasan

Postulat Koch ialah 4 kriteria yang dirumuskan oleh Robert Koch pada  tahun 1884 dan diterbitkan pada tahun 1890. Menurut Koch, keempatnya harus dipenuhi untuk menentukan hubungan sebab-akibat antara parasit dan penyakit (en.wikipedia.org).

Isi Postulat Koch antara lain:

  1. Organisme (parasit) harus ditemukan dalam tanaman yang sakit, tidak pada yang sehat
  2. Organisme harus diisolasi dari tanaman sakit dan dibiakkan dalam kultur murni
  3. Organisme yang dikulturkan harus menimbulkan penyakit pada tanaman yang sehat
  4. Organisme tersebut harus diisolasi ulang dari tanaman yang dicobakan tersebut

Postulat Koch berkembang pada abad ke-19 sebagai panduan umum untuk mengidentifikasi patogen yang dapat diisolasikan dengan teknik tertentu. Kini, beberapa penyebab infektif diterima sebagai penyebab penyakit walaupun tidak memenuhi semua isi postulat. Oleh karena itu, dalam penegakkan diagnosis mikrobiologis tidak diperlukan pemenuhan keseluruhan postulat.

Teknik Postulat Koch meliputi empat tahapan, yaitu asosiasi, isolasi, inokulasi, dan reisolasi. Asosiasi yaitu menemukan gejala penyakit dengan tanda penyakit (pathogen) pada tanaman atau bagian tanaman yang sakit. Isolasi yaitu membuat biakan murni pathogen pada media buatan (pemurnian biakan). Inokulasi adalah menginfeksi tanaman sehat dengan pathogen hasil isolasi dengan tujuan mendapatkan gejala yang sama dengan tahap asosiasi. Reisolasi yaitu mengisolasi kembali patogen hasil inokulasi untuk mendapatkan biakan patogen yang sama dengan tahap isolasi.

Inokulasi bakteri Xanthomonas campestris pv. oryzae dilakukan dari tanaman padi yang berumur dua minggu. Inokulasi yang dilakukan menggunakan media YDCA..

Dari hasil percobaan yang telah dilakukan mula-mula isolasi bakteri dari tanaman padi yang telah terinfeksi inokulasi bakteri pada media YDCA masih belum berhasil ditumbuhkan dengan sempurna, karena bakteri pada medis sudah terkontaminasi dengan mikroorganisme yang lain.Seharusnya pada media yang ditumbuhkan terdapat koloni berwarna kuning yang merupakan koloni dari bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae, tetapi yang terlihat adalah koloni berwarna putih keabu-abuan.Kontaminasi terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhi hasil isolasi diantaranya kekurang aseptikkan praktikan dalam melakukan isolasi, ruangan tempat percobaan juga kurang steril dari udara luar yang mungkin banyak terdapat organisme lain sebagai agen kontaminan.

Setelah diinkulasi bakteri yang ada pada media dibiakan lagi untuk di murnikan pada media YDCA,media ini merupakan media yang selektif sehingga diharapkan dapat menumbuhkan bakteri ini dengan spesifik.Pada peremajaan pertama masih bakteri masih belum bisa ditumbuhkan dengan murni karena pada media terkontaminasi dan bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae belum tumbuh pada media.Pada ulangan peremajaan yang kedua baru berhasil ditumbuhkan bakteri secara murni. Bakteri yang telah murni siap untuk di inkulasikan kembali pada tanaman padi yang masih sehat untuk melihat gejala yang ditimbulkan.

Tanaman padi sehat yang telah disiapkan kemudian diinkulasi dengan bakteri yang sebelumnya telah diencerkan. Berdasarkan hasil pengamatan pada minggu pertama setelah inokulasi, ditemukan gejala. Pada daun tanaman terlihat hawar dibagian ujung daun yang merupakan titik pemotongan awal sebagai jalan masuk bakteri ke tanaman padi sehingga gejala awal muncul pada bagian tersebut.

Pada inokulasi cendawan Colletotrichum capsici pada cabai, tekniknya sama dengan inokulasi bakteri pada tanaman padi, pada inokulasi cabai diambil miselium cendawan dari inokulum primer. Dari hasil percobaan pada minggu pertama sudah terdapat gejala penyakit berupa bercak hitam.Pada minggu kedua gejala penyakit oleh cendawan ini sudah semakin jelas terlihat dengan adanya bercak kehitaman, cabai membusuk dan keriput.


BAB IV

PENUTUPAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan, dapat disimpulkan bahwa Postulat Koch yang dilakukan berhasil. Tanaman padi yang diinokulasi dengan bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae menunjukkan gejala penyakit berupa nekrosis.Pada inokulasi cabai dengan cendawan Colletotrichum capsici menunjukan gejala berupa bercak hitam dan membusuk. Tahapan Postulat Koch yang digunakan meliputi asosiasi, isolasi, inokulasi, peremajaan, reisolasi.


DAFTAR PUSTAKA

[Anonim]. 2009. Xanthomonas campestris. http://en.wikipedia.org/wiki  [30 Mei 2010]

[Anonim]. Groundnut Disease. www.ikisan.com/links/ap_groundnutDisease [31 Mei 2010]

[Anonim]. http://www.scielo.br/img/revistas/fb/v31n4/15f1f.jpg [29 Mei 2010]

[Anonim].http://www.viarural.com.ar/viarural.com.ar/agricultura/aa-enfermedades/Xanthomonas campestris-02-red.jpg [30 Mei 2010]

Adnan, Abdul Muin. 2009. Ilmu Penyakit Tumbuhan Dasar. Bogor: Departemen Proteksi Tanaman IPB.

Perdana, Dimas Aditya. 2009. Budidaya Tanaman Cabai. http://dimasadityaperdana.blogspot.com/2010/05/budidaya-cabai-.html [30 Mei 2010]

Sinaga, Meity Suradji. 2006. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Jakarta: Penebar Swadaya.